Setelah Penundaan, PBNU Tetapkan Tambakberas Jombang Lokasi Muktamar ke-35 NU

Berita42 Views

MK-TIPIKOR || JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sebagai tuan rumah penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Gabungan Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU yang berlangsung di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan penetapan Ponpes Tambakberas merupakan hasil kesepakatan bersama yang patut disyukuri.

“Rapat Gabungan PBNU akhirnya menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, yang didirikan oleh Kiai Wahab Chasbullah, sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Ipul, dikutip dari NU Online.

Gus Ipul yang juga menjabat Sekretaris Jenderal PBNU mengajak seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) untuk mempersiapkan diri demi menyukseskan pelaksanaan muktamar.

“Kami mengajak seluruh peserta Muktamar untuk menyukseskan agenda ini dengan semangat kebersamaan dan kegembiraan, serta menghasilkan keputusan terbaik bagi kemaslahatan jam’iyyah,” katanya.

Sebelumnya, PBNU menunda penetapan lokasi Muktamar ke-35 NU dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang digelar di Bangkalan, Jawa Timur, pada akhir Juni 2026.

Saat itu terdapat lima daerah yang mengajukan diri sebagai calon tuan rumah, yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sumatera Barat.

Rais Aam PBNU, Miftachul Akhya, menjelaskan penundaan dilakukan karena terdapat lebih dari satu pondok pesantren di wilayah yang sama yang mengajukan diri sebagai lokasi penyelenggaraan.

“Karena ada beberapa pesantren dalam satu wilayah yang mengusulkan menjadi tuan rumah, proses penetapannya dikembalikan kepada PBNU. Seperti halnya penentuan lokasi Munas dan Konbes, kami juga menerjunkan tim survei untuk Muktamar,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Miftachul Akhya juga mengingatkan jajaran pengurus PBNU masa khidmah 2021–2026 untuk tetap menjaga keikhlasan dan semangat pengabdian hingga akhir masa kepengurusan.

“Alhamdulillah, masa khidmah kita tinggal menghitung hari. Kita masuk sebagai pengurus NU dengan niat baik untuk berkhidmah. Kewajiban kita adalah mempertahankan niat baik tersebut hingga akhir,” pungkasnya.

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *