Bukan Komersial, Milad Zona Pasundan Isi dengan Santunan Anak Yatim: Niat Baik Jalan Terbuka

Tempat itu akan menjadi saksi perayaan Milad ke-1 Zona Pasundan, sebuah momen yang bukan sekadar seremoni

MKkipikor.id ||Cianjur, – Suasana kebersamaan dan kepedulian sosial akan terasa di Bale Sawala Tani, Desa Sukamanah, Cugenang, Cianjur, pada Minggu (26/7/2026) besok.

Tempat itu akan menjadi saksi perayaan Milad ke-1 Zona Pasundan, sebuah momen yang bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata dari misi kemanusiaan.

Ketua Pelaksana Milad Zona Pasundan, Sandi R.A, saat di wawancara awak media MK TIPIKOR mengungkapkan rasa syukur dan optimisme menjelang acara puncak perayaan.

“Alhamdulillah, ulang tahun pertama ini kami kemas bukan sebagai ajang komersial, tapi sebagai ruang untuk berbagi manfaat kepada masyarakat. Prinsip kami sederhana bukan siapa yang terhebat, bukan siapa yang terbaik, tapi siapa yang mau berbuat baik,” ujar Sandi dengan penuh semangat.

Yang membedakan perayaan tahun ini adalah fokus pada aksi sosial, terutama santunan bagi anak-anak yatim di lingkungan Zona Pasundan.

“Kami ingin ulang tahun ini terasa spesial bagi mereka yang membutuhkan. Ini bukan tentang pencitraan, tapi tentang kehadiran yang memberi makna,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sandi menegaskan bahwa Zona Pasundan hadir untuk memperkuat tali persaudaraan, bukan persaingan.

“Kami tidak sedang berlomba siapa yang paling tampan atau siapa yang paling berperan. Kami satu saudara, saling menghargai. Ibarat kata, sakit satu sakit semua, tapi jangan sampai sakit semua. Karena kalau semua sakit, siapa yang turun ke lapangan?” ujarnya dengan nada guyon yang tetap serius.

Dalam kesempatan itu, Sandi juga mengingatkan pentingnya niat tulus dalam setiap langkah.

“Ulang tahun ini jangan dijadikan lahan bisnis. Segala sesuatu yang didasari ketidakbaikan, pasti akan berdampak pada diri kita sendiri. Kami optimis, selama niat baik, Insya Allah jalan pasti terbuka.”

Ke depan, Zona Pasundan berkomitmen untuk kembali ke visi awal menjadi wadah jurnalis dan wartawan yang tidak sekadar gaya-gayaan, tapi sungguh-sungguh menyuarakan aspirasi masyarakat, terutama yang membutuhkan.

“Kami bukan sekadar peliput. Kami adalah pembela bagi mereka yang tak bersuara,” tegas Sandi.

Harapan besar pun disematkan pada Milad pertama ini. “Semoga kegiatan santunan anak yatim ini menjadi contoh bagi komunitas lain, bahkan bagi instansi dan lembaga lainnya. Dakwah tidak melulu dengan ceramah, tapi dengan aksi nyata yang menginspirasi. Mari kita tunjukkan bahwa peduli itu bisa dimulai dari hal kecil,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kebermanfaatan, Zona Pasundan berharap acara ini menjadi langkah awal dari perjalanan panjang penuh berkah.

(Redaksi) .AMD/00/PUM.MKT