KETIDAKTRANSPARANSI PEMBANGUNAN REVITALISASI DI CIKATO PICU DUGAAN PENYIMPANGAN ANGGARAN — DINAS PENDIDIKAN DIMINTA LAKUKAN SIDAK
MK-TIPIKOR.ID || Tasikmalaya, 8 Oktober 2026
Pelaksanaan revitalisasi pembangunan di Kampung Cikato, RT 004/RW 006, Desa Gunung Tanjung, Kecamatan Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, semakin memicu buruknya kondisi di kalangan masyarakat. Ketidakjelasan informasi serta sikap tertutup yang ditunjukkan pihak terkait kini menimbulkan dugaan kuat adanya penyimpangan hingga korupsi terhadap anggaran negara yang digunakan dalam proyek tersebut.
Saat para awak media berusaha menelusuri informasi langsung ke lokasi dan mewawancarai warga sekitar, proses pencarian fakta terkesan dihalangi dan ditutupi. Tidak ada kejelasan mengenai besaran nilai anggaran, sumber dana, spesifikasi teknis pekerjaan, nama pelaksana, serta jadwal penyelesaian.
“Kami tidak tahu-menahu soal proyek ini. Berapa anggarannya, siapa yang mengerjakan, sesuai apa tidak hasilnya — semua tertutup. Ketidakterbukaan ini justru menimbulkan dugaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan, kemungkinan terjadi mengacu pada anggaran negara,” tegas salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kondisi fisik bangunan yang terlihat di lapangan pun dinilai belum mencerminkan standar yang seharusnya sebanding dengan nilai anggaran yang diperkirakan dialokasikan. Ketidakcocokan antara realisasi di lapangan dengan ketiadaan dokumen yang dipajang secara terbuka semakin memperkuat bukti adanya pelanggaran prinsip akuntabilitas.
Masyarakat secara mendesak mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya untuk segera turun melakukan pemeriksaan mendadak (SIDAK) ke lokasi. Pemerintah diminta memeriksa secara menyeluruh keselarasan pekerjaan dengan dokumen perencanaan, memverifikasi pengeluaran dana, serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan penyimpangan atau penggelapan uang negara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan maupun klarifikasi resmi dari pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. Redaksi MK-TIPIKOR akan terus memantau dan menelusuri perkembangan kasus ini hingga tuntas.
Jurnalis: Iwan Gunawan






