Morut Jangan Hanya Jadi Tempat Kekayaan yang Diambil!” — Pimpinan DPRD Morut Warda Dg Mamala Suarakan Kesejahteraan Rakyat

Pembangunan Harus Dirasakan di Tanah Sendiri.

Politik193 Views

Morut Jangan Hanya Jadi Tempat Kekayaan yang Diambil!” — Pimpinan DPRD Morut Warda Dg Mamala Suarakan Kesejahteraan Rakyat.

Mkripikor.id||KOLONODALE — Jagat maya dan masyarakat Tanah Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara (Morut), mendadak dihebohkan oleh unggahan menohok dari Pimpinan DPRD Morut, Warda Dg Mamala. Tokoh politik yang dikenal ramah dan merakyat ini melontarkan kritik mendalam terkait arah pembangunan dan hasil pengelolaan sumber daya alam di daerahnya.

 

Melalui status di akun Facebook pribadinya pada Senin (26/08/2026), Warda menyoroti ketimpangan antara derasnya arus investasi dengan realita kesejahteraan yang dirasakan masyarakat lokal.

Investasi datang… Industri tumbuh… Aktivitas ekonomi bergerak… Tetapi pertanyaannya adalah: seberapa besar kekayaan Morut benar-benar kembali menjadi kesejahteraan bagi rakyat Morut?” tulis Warda.

Pembangunan Harus Dirasakan di Tanah Sendiri.

Warda menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan suatu daerah tidak bisa hanya dihitung dari deretan angka statistik atau volume produksi industri.

 

Pembangunan sejati, menurutnya, adalah ketika dampak positif investasi itu benar-benar mengendap dan dirasakan oleh warga setempat.

 

●Fakta Angka vs Realita:Rakyat tidak membutuhkan predikat daerah kaya jika hanya bagus di atas kertas.

 

●Kebutuhan Dasar: Masyarakat membutuhkan infrastruktur jalan yang layak, pelayanan publik yang responsif, ekonomi kerakyatan yang tumbuh, pendidikan kuat, akses kesehatan terjamin, serta kepastian masa depan.

 

“Sumber daya boleh diambil… Tetapi kesejahteraan jangan ikut dibawa pergi!” tegas Warda dalam unggahan yang langsung memancing ribuan respons netizen tersebut.

 

 

Seruan Bersama untuk Masa Depan Morowali Utara.

 

Mengakhiri orasinya di media sosial, Warda mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersatu mengubah paradigma pembangunan di Morowali Utara. Morut tidak boleh hanya dijadikan “sapi perah” atau daerah penghasil semata, melainkan harus menjadi penikmat utama dari hasil kekayaan alamnya sendiri.

 

Ukuran keberhasilan pembangunan bukanlah seberapa banyak hasil bumi yang diangkut keluar dari tanah Morut, melainkan seberapa jauh kualitas hidup rakyatnya meningkat.

 

“MARI KITA BERSAMA-SAMA MEMBANGUN MASA DEPAN MORUT YANG LEBIH SEJAHTERA!” tutupnya penuh semangat.(Arwis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *