223 Hafidz-Hafidzah Diwisuda Yayasan Indonesia Khatam di Gedung Moh Toha Kabupaten Bandung

wisudawan dan wisudawati dari berbagai daerah di Indonesia resmi dikukuhkan.

Pendidikan29 Views

*223 Hafidz-Hafidzah Diwisuda Yayasan Indonesia Khatam di Gedung Moh Toha Kabupaten Bandung*

*SOREANG, MK-TIPIKOR* — Komitmen untuk membumikan Al-Qur’an kembali dibuktikan Yayasan Indonesia Khatam. Bertempat di Gedung Mohamad Toha, Komplek Pemerintahan Kabupaten Bandung, Soreang, Yayasan Indonesia Khatam sukses menggelar Wisuda Tahfizh Qur’an Metode TES ke-22 Tahun 2026, Sabtu (25/10/2026).

Ratusan wisudawan dan wisudawati dari berbagai daerah di Indonesia resmi dikukuhkan. Suasana acara berlangsung khidmat, haru, sekaligus penuh kebahagiaan dan rasa syukur.

Ketua Pelaksana, Ustadz Yuda Nugraha, menghadirkan langsung Founder Metode TES, Bang Jemmi Gumilar, S.T., didampingi Ustadz Muhrom Efendi, Bapak Sutrisno, serta jajaran lengkap pengurus Yayasan Indonesia Khatam.

Dukungan moril juga datang dari tokoh-tokoh Jawa Barat. Hadir secara langsung Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode, Bapak Ahmad Heryawan (Aher), dan Mantan Wakil Bupati Bandung, Bapak Gun Gun Gunawan.

Keberhasilan para peserta tidak lepas dari Metode TES yang dikenal cepat, mudah, dan menyenangkan. Metode ini mematahkan anggapan bahwa menghafal Al-Qur’an itu sulit dan hanya bisa dilakukan kalangan tertentu.

Founder Metode TES, Bang Jemmi Gumilar, S.T., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas konsistensi program ini.

“Alhamdulillah, Metode TES ini kami hadirkan untuk memudahkan umat. Siapapun bisa menghafal Al-Qur’an, mulai anak-anak, remaja, orang tua, hingga lanjut usia. Kuncinya hanya kemauan dan metode yang tepat,” ujar Bang Jemmi.

Apresiasi tinggi disampaikan Tokoh Masyarakat Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Menurut Aher, lembaga seperti Yayasan Indonesia Khatam adalah benteng moral bangsa.

“Kita butuh generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat secara spiritual. Para penghafal Al-Qur’an inilah yang akan menjadi benteng moral bangsa ke depan,” tegas Aher.

Pihak Yayasan menegaskan, wisuda ke-22 ini bukanlah garis finish. Ini adalah awal dari perjuangan panjang mewujudkan cita-cita Indonesia Khatam Al-Qur’an hingga ke seluruh pelosok Nusantara.

Acara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan besar agar momentum ini menjadi pemicu lahirnya lebih banyak lagi penghafal Al-Qur’an di Indonesia, demi terwujudnya Indonesia yang Qur’ani, Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur.

 

*[ Jurnalis : Rbs / Ochim – MK-TIPIKOR ]*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *