Misteri Pembakaran Eskavator di Lembah Bada: Polisi Segel 4 Alat Berat, Siap Putus Jalur Logistik BBM Ilegal!

Berita208 Views

Misteri Pembakaran Eskavator di Lembah Bada: Polisi Segel 4 Alat Berat, Siap Putus Jalur Logistik BBM Ilegal!

 

Mktipikor.id||POSO – Kepolisian Resor (Polres) Poso bergerak cepat mengusut tuntas insiden pembakaran satu unit alat berat jenis eskavator yang terjadi pada malam Minggu (01/07/2026) lalu. Kasus ini langsung memicu perhatian publik terkait dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah tersebut.

 

Kapolres Poso melalui Kasat Reskrim, Made Deva Dwi Wiguna, S.Tr.K., mengungkapkan bahwa timnya telah turun langsung menerobos medan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Lembah Bada pada Selasa (07/07/2026).

 

Kami berangkat pukul 09.00 WITA menuju Lembah Bada. Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan olah TKP terhadap eskavator yang dibakar dengan didampingi Kepala Desa Gintu, Reimon Kapoi, sebagai penunjuk jalan,” ujar Made Deva saat memberikan keterangan pers pada Kamis (09/07/2026).

 

KUCING-KUCINGAN DI SUNGAI RAMPI.

 

Usai melakukan olah TKP, aparat kepolisian langsung bergerak cepat menyisir area sepanjang Sungai Rampi. Namun, polisi mendapati lokasi dalam kondisi kosong melompong tanpa ada aktivitas pengerukan.

Kasat Reskrim menduga para pelaku PETI sengaja bersembunyi atau menarik mundur alat mereka karena mengendus kedatangan petugas.

 

“Ada kemungkinan alat-alat berat tersebut sudah turun dan bersembunyi di wilayah Rampi saat tim kami melakukan penyisiran. Kondisi di lapangan benar-benar bersih dari tanda-tanda kegiatan,” tuturnya.

 

4 ALAT BERAT MISTERIUS DIPASANG POLICE LINE.

 

Meski di Sungai Rampi nihil aktivitas, penyisiran polisi membuahkan hasil lain di bagian bawah, tepatnya di Desa Runde. Tim Reskrim menemukan 4 unit alat berat yang terparkir misterius.

Hingga saat ini, polisi belum bisa memastikan apakah keempat alat tersebut terlibat dalam aktivitas tambang ilegal atau proyek lain, karena pemilik dan operatornya mendadak “menghilang” dan belum terkonfirmasi.

 

Demi mencegah aksi main hakim sendiri seperti pembakaran sebelumnya, polisi bertindak tegas.

“Keempat alat berat tersebut sudah kami pasangi garis polisi (police line). Ini langkah antisipasi untuk memastikan keamanan agar tidak terjadi aksi pembakaran serupa,” tegas Kasat Reskrim.

 

STRATEGIS ‘CEKIK’ LOGISTIK SOLAR.

 

Polres Poso menegaskan tidak akan kecolongan dan menolak lepas tangan terhadap pengawasan aktivitas tambang ilegal di daerah Bada. Jika para pelaku nekat beroperasi secara sembunyi-sembunyi, polisi sudah menyiapkan strategi jitu untuk melumpuhkan mereka.

 

“Kami akan gunakan cara memutus pasokan logistik bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang masuk dari wilayah Tentena. Dengan begitu, tidak akan ada lagi kegiatan pengerukan tanah secara ilegal di wilayah Tedeboe,” kunci Made Deva dengan tegas.Pungkasnya”(Arwis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *