WAWASAN KEBANGSAAN “Peran Keluarga dalam Menjaga Keutuhan Bangsa”

Nasional43 Views

WAWASAN KEBANGSAAN “Peran Keluarga dalam Menjaga Keutuhan Bangsa”

MK-TIPIKOR.ID ||Bandung, 2 September 2026 — Upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta berbagai elemen lainnya.

Kegiatan Wawasan Kebangsaan dengan tema “Peran Keluarga dalam Menjaga Keutuhan Bangsa” dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, bertempat di Sutanraja Convention Centre, Bandung. Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk meningkatkan kesadaran kebangsaan sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai salah satu fondasi penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung, Bapak Bambang Sukmawijaya, S.Sos., M.Si. Dalam pembukaan tersebut, wawasan kebangsaan ditekankan sebagai bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, serta memiliki kepedulian terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.

Keluarga Menjadi Benteng Awal Nilai Kebangsaan

Tema “Peran Keluarga dalam Menjaga Keutuhan Bangsa” memiliki makna strategis karena keluarga merupakan lingkungan pertama tempat seseorang mendapatkan pendidikan, pembentukan karakter, nilai moral, serta pemahaman mengenai kehidupan bermasyarakat.

Dari lingkungan keluarga, nilai-nilai seperti saling menghormati, gotong royong, toleransi, disiplin, kepedulian terhadap sesama, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara dapat ditanamkan sejak dini.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat, keluarga juga memiliki peran penting dalam membimbing anggota keluarganya agar mampu menyaring berbagai informasi yang diterima. Sikap kritis dan bijak diperlukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu perpecahan, kebencian, maupun konflik sosial.

Karena itu, penguatan ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan hubungan antaranggota keluarga, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan ketahanan sosial dan persatuan bangsa.

Dihadiri Unsur Lintas Organisasi dan Instansi

Kegiatan wawasan kebangsaan tersebut dihadiri berbagai unsur yang berada dalam koordinasi dan pembinaan Kesbangpol, di antaranya Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

Selain itu, kegiatan juga melibatkan unsur terkait lainnya, antara lain Kementerian Agama (Kemenag), Binmas, Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam), Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, unsur mahasiswa, serta unsur Polda dan Polres.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya membangun sinergi dalam menjaga kondusivitas masyarakat. Persoalan kebangsaan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama dari pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga.

Membangun Persatuan dari Lingkungan Terdekat

Melalui kegiatan ini, keluarga diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang utama untuk menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi penerus.

Orang tua memiliki posisi penting dalam memberikan keteladanan kepada anak-anak. Nilai persatuan, penghormatan terhadap perbedaan, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap Indonesia akan lebih mudah diterima ketika ditunjukkan melalui perilaku sehari-hari.

Terlebih di tengah masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial, sikap saling menghargai menjadi bagian penting dalam mempertahankan persatuan.

Forum seperti ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang harus dijaga bersama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Sinergitas Menjaga Keutuhan NKRI

Keterlibatan unsur FPK, FKUB, FKDM, Kemenag, Binmas, Sat Intelkam, Densus 88 Antiteror, mahasiswa, Polda dan Polres juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi serta sinergitas antarunsur dalam menghadapi berbagai potensi gangguan terhadap persatuan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk provokasi, penyebaran informasi yang tidak benar, intoleransi, serta berbagai tindakan yang dapat mengganggu kerukunan dan keamanan lingkungan.

Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda juga memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Dengan pengetahuan dan semangat kebangsaan yang kuat, generasi muda diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dalam menjaga persatuan dan membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis.

Ditutup Satgaswil Densus 88 Antiteror Jawa Barat

Rangkaian kegiatan wawasan kebangsaan tersebut selanjutnya ditutup oleh Bapak Satori, dari Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Antiteror Jawa Barat.

Penutupan tersebut menjadi bagian akhir dari kegiatan yang mengedepankan pentingnya kolaborasi dan kesadaran bersama dalam menjaga keutuhan bangsa.

Kegiatan Wawasan Kebangsaan dengan tema “Peran Keluarga dalam Menjaga Keutuhan Bangsa” diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Nilai-nilai yang disampaikan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian berkembang ke lingkungan masyarakat.

Dengan keluarga yang kuat, masyarakat yang rukun, serta sinergitas antara pemerintah, aparat, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat, semangat persatuan dan kesatuan diharapkan semakin kokoh.

Menjaga keutuhan bangsa bukan hanya tugas pemerintah atau aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga negara. Dan upaya tersebut dapat dimulai dari tempat yang paling dekat dengan kita, yaitu keluarga.

Bandung, 2 September 2026

WAWASAN KEBANGSAAN

“Peran Keluarga dalam Menjaga Keutuhan Bangsa”

Jurnalis ochim karim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *