Tengkulak Modus Barcode Petani Sedot Solar Subsidikasi di Pamona, Supir Truk Menangis, Polres Poso Turun Tangan

Mafia Solar Berkedok Petani Marak di Pamona, Supir Truk Menangis Tak Kebagian BBM Subsidi

Nasional100 Views

Mafia Solar Berkedok Petani Marak di Pamona, Supir Truk Menangis Tak Kebagian BBM Subsidi!

//Tengkulak Modus Barcode Petani Sedot Solar Subsidikasi di Pamona, Supir Truk Menangis, Polres Poso Turun Tangan.

 

Mktipikor.id||POSO — Praktik dugaan penyalahgunaan barcode surat rekomendasi Dinas Pertanian untuk pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kecamatan Pamona menuai gelombang kritikan pedas hingga berujung pengaduan resmi ke Dinas Pertanian dan Polres Poso.

Kondisi ini dipicu oleh kelangkaan solar subsidi yang kian parah di SPBU Tentena. Sejumlah oknum tengkulak diduga kuat memanfaatkan barcode yang sejatinya diperuntukkan bagi petani demi meraup keuntungan pribadi lewat bisnis jual beli solar dengan harga fantastis, yakni mencapai Rp500.000 hingga Rp600.000 per galon.

Dampak praktik spekulatif ini dirasakan langsung oleh kalangan supir truk setempat yang harus rela mengantre berjam-jam tanpa kepastian.

Kami sebagai supir truk sangat dirugikan. Kesusahan mengantri, terkadang dapat, terkadang tidak. Ini semua akibat ulah para tengkulak yang mengelabui petugas SPBU Tentena menggunakan barcode Dinas Pertanian,” ungkap seorang sumber warga Tentena yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi gejolak di masyarakat, pejabat Dinas Pertanian Poso yang menangani penerbitan barcode, Opan, menyatakan pihaknya telah bergerak cepat merespons aduan tersebut.

“Keluhan masyarakat sudah kami tindak lanjuti dengan berkoordinasi bersama petugas pertanian di Kecamatan Pamona Pusalemba dan Kecamatan Pamona Utara, serta pihak Polres Poso,” ujar Opan saat dikonfirmasi.

Sementara itu, pihak Polres Poso melalui Kanit Tipidter, Franky Mampuk, membenarkan adanya laporan dan koordinasi dari Dinas Pertanian terkait dugaan penyelewengan distribusi BBM subsidi tersebut.

Kami menanggapi persoalan ini sementara sebatas mengamankan situasi dan meminta pihak Dinas Pertanian untuk melakukan cancel (pembatalan) barcode bermasalah yang digunakan oleh para tengkulak,” jelas Franky.

Terkait proses hukum terhadap para oknum tengkulak, pihak kepolisian mengaku masih menyusun langkah pembuktian. Penindakan hukum secara langsung belum dapat dilakukan lantaran pelapor belum melampirkan bukti visual berupa foto maupun rekaman video saat para oknum melakukan pengisian solar di SPBU Tentena.

Masyarakat dan para sopir truk berharap langkah tegas pembatalan barcode serta pengawasan ketat di SPBU Tentena segera direalisasikan agar BBM subsidi benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.Pungkasnya”(Arwis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *