Lewat Jumling, KDS Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Kabupaten Bandung

program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat

Berita18 Views

MK-TIPIKOR  || KABUPATEN BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung terus menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan tiga indikator utama Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yakni kesehatan, pendidikan, dan daya beli. Berbagai program layanan dasar yang terintegrasi terus dijalankan untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang sehat secara fisik, spiritual, sosial, dan finansial.

 

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat menghadiri dan memberikan sambutan pada kegiatan Jumat Keliling (Jumling) ke-163 di Masjid Jami Husnul Khotimah, Desa Katapang, Kecamatan Katapang, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana silaturahmi sekaligus wadah menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

 

Bupati yang akrab disapa KDS tersebut menegaskan, seluruh program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan diukur dari sejauh mana kebijakan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, mulai dari pemerataan layanan kesehatan hingga jaminan pendidikan bagi generasi muda.

 

“Silaturahmi ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat. Melalui program Jumat Keliling, kami bisa mendengar langsung aspirasi warga sekaligus memastikan program-program pemerintah berjalan dengan baik di lapangan,” ujar KDS.

 

Pada kesempatan tersebut, KDS mengungkapkan rasa syukur atas capaian IPM Kabupaten Bandung yang terus menunjukkan tren positif. Saat ini, IPM Kabupaten Bandung telah mencapai 75,58 poin, didukung oleh peningkatan pada tiga indikator utamanya, salah satunya sektor kesehatan. Angka Harapan Hidup masyarakat Kabupaten Bandung kini mencapai 75,70 tahun.

 

Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan, memperbaiki kualitas permukiman melalui pengurangan rumah tidak layak huni (rutilahu), serta mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat.

 

“Harapan hidup yang meningkat ini tentu ditunjang oleh berbagai faktor, mulai dari penerapan pola hidup sehat di masyarakat, berkurangnya rumah tidak layak huni, hingga pemerataan fasilitas kesehatan. Saat ini kita sudah menyelesaikan pembangunan lima RSUD Bedas baru dan tahun ini akan bertambah lagi di Cimenyan sehingga total akan ada sembilan RSUD demi mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.

 

Di bidang pendidikan, KDS menekankan pentingnya peningkatan Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bandung terus menggulirkan program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C dengan target 50.000 peserta setiap tahun, sebagai upaya memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.

 

Selain itu, ia menyampaikan Pemkab Bandung juga terus menjalankan Program Beasiswa Ti Bupati (BESTI) bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

 

“Kita tidak ingin ada anak-anak kita yang memiliki potensi terhambat sekolahnya karena kendala ekonomi. Program BESTI ini kami siapkan khusus untuk memfasilitasi anak-anak berprestasi agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” tegasnya.

 

Penguatan karakter spiritual juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Melalui alokasi anggaran sekitar Rp109 miliar per tahun, Pemkab Bandung memberikan insentif kepada sekitar 16.000 guru ngaji di seluruh Kabupaten Bandung sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam membangun akhlak generasi muda.

 

Pada sektor kesejahteraan sosial dan peningkatan daya beli masyarakat, KDS mengajak seluruh aparatur desa, RT, dan RW untuk memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Ia meminta setiap desa menyiapkan ‘buffer stock’ cadangan pangan guna mengantisipasi adanya warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.

 

“Saling peduli terhadap tetangga sekitar adalah kunci utama kekuatan sosial kita. Jangan sampai ada warga kita yang kesulitan makan tanpa sepengetahuan pengurus lingkungan. Di samping itu, untuk mendongkrak ekonomi warga, kita juga terus mendorong penciptaan 10.000 wirausaha muda dan pembukaan lapangan kerja baru setiap tahunnya,” katanya.

 

Mengakhiri sambutannya, orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu memohon doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar dirinya bersama Wakil Bupati serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah demi mewujudkan Kabupaten Bandung yang semakin Bedas.

(Humas Pemkab Bandung – Diskominfo)

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *