Mafia Hutan Dharmasraya Terbongkar! 5,9 Hektare HPT Dibakar, Sawit Siluman Mendadak Berbaris Rapi

Usai Dibakar, 5,9 Hektare HPT Mendadak "Disulap" Jadi Kebun Sawit!

Kriminal34 Views

Mafia Hutan Dharmasraya Terbongkar! 5,9 Hektare HPT Dibakar, Sawit Siluman Mendadak Berbaris Rapi

//Modus Culas Mafia Hutan Dharmasraya: Usai Dibakar, 5,9 Hektare HPT Mendadak “Disulap” Jadi Kebun Sawit!

Mktipikor.id||DHARMASRAYA — Tragedi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Bukit Lantak, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, membuka tabir modus operandi perambahan lahan secara masif. Baru dua bulan usai api padam sejak Agustus lalu, tanah yang tadinya hangus terbakar mendadak berubah menjadi perkebunan kelapa sawit secara terorganisir.

 

Fakta mengejutkan ini terungkap saat Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bersama Kapolres Dharmasraya melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lokasi HPT seluas 5,9 hektare tersebut. Di atas hamparan abu sisa kebakaran, ratusan bibit kelapa sawit unggul ditemukan telah tertanam rapi.

 

Sudah ada bibit sawit, Pak Kapolres. Membakar, apalagi di kawasan hutan. Gimana, siapa yang nanam ini, Pak Kapolres?” tegas Bupati Annisa di lokasi kejadian saat meminta pihak kepolisian mengusut tuntas dalang di balik penanaman ilegal tersebut.

 

Modus Culas Perambahan: “Bakar Dulu, Tanam Kemudian”

 

Temuan di lapangan mengindikasikan kuat adanya pola terencana dari para mafia hutan. Pola ini diawali dengan pembakaran lahan secara sengaja untuk memangkas biaya pembersihan hutan (land clearing). Begitu api padam dan situasi mereda, pelaku bergerak cepat mengolah tanah dan menanam bibit sawit untuk menguasai lahan negara secara ilegal.

 

Praktik perambahan skala besar ini dinilai mustahil dilakukan oleh petani gurem. Eksekusi lahan HPT seluas hampir 6 hektare yang dilengkapi bibit sawit siap tanam membutuhkan modal finansial yang besar serta perencanaan yang matang.

 

Kondisi tersebut memunculkan spekulasi publik terkait dugaan keterlibatan “pemain kakap” maupun oknum berpengaruh yang bermain di balik layar利用 ekosistem hutan untuk keuntungan pribadi.

 

Garis Polisi Dipasang, Bupati Perintahkan Cabut Sawit Siluman.

 

Guna mengamankan barang bukti dan mencegah perambahan susulan, Petugas Kepolisian Resor Dharmasraya telah memasang garis polisi (police line) di seluruh area terjangkau serta memasang plang larangan aktivitas di dalam kawasan HPT Bukit Lantak.

 

Bupati Annisa Suci Ramadhani menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kejahatan lingkungan dan penyerobotan aset negara. Ia memerintahkan agar seluruh bibit sawit siluman yang tertanam di area HPT segera dicabut dan diganti kembali dengan tanaman kayu hutan serta pohon buah-buahan untuk pemulihan ekosistem.

 

Saat ini, Satuan Reserse Kriminal Polres Dharmasraya tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk membongkar dan menangkap aktor intelektual (brainware) di balik aksi pembakaran dan perambahan kawasan hutan negara tersebut.Pungkasnya”(☆☆☆)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *