MKTIPIKOR.ID || JAWA BARAT _ Kunjungan silaturahmi antar sesama di media mk-tipikor adalah berperan penting dalam memperkuat kolaborasi, membangun jaringan kemitraan, dan menjaga keharmonisan di ekosistem pers.
Kegiatan ini diwujudkan melalui kunjungan antar pimpinan redaksi, diskusi kelompok terpumpun (FGD), dan acara halalbihalal yang melibatkan berbagai instansi.
Selain secara fisik, silaturahmi antar sesama di media juga kini banyak bertransformasi ke ranah digital melalui media sosial dan konferensi virtual.
Praktik ini sejalan dengan nilai-nilai agama yang meyakini bahwa menyambung tali persaudaraan dapat memperluas rezeki, memperpanjang umur, serta mempererat kasih sayang antar sesama.
Pada kesempatan kali ini ikatan persaudaraan dan membangun koordinasi antara dua wilayah kabupaten Cirebon dan kabupaten Kuningan PROPINSI JAWA barat.
Kabiro Mk-tipikor kabupaten Cirebon Warnadi mengatakan, Kunjungan ini merupakan kolaborasi dan elaborasi, serta bertukar pemikiran dan pengalaman dalam rangka melaksanakan kerja jurnalistik.
Selain itu kunjungan antar wilayah ini merupakan momentum penting guna meningkatkan tali silaturahmi bersama rekan sejawat di tubuh MK-TIPIKOR.
Bustomi S T, Kabiro Mk-tipikor Kabupaten Kuningan mengungkapkan, rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, yang mana telah di pertemukan dengan rekan rekan MK-TIPIKOR perwakilan dari kabupaten Cirebon.
Hal ini menjadi sebuah kekuatan dan kebersamaan ruh MK-TIPIKOR antar wilayah didalam menjalankan aktivitas jurnalistik. Paparnya.
Meningkatkan kualitas jurnalistik dapat dicapai melalui tiga langkah utama:
verifikasi silang (selalu konfirmasi kebenaran informasi), kepatuhan mutlak pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk mengasah profesionalisme dan pemahaman hukum pers.
Pimpinan Redaksi MK-TIPIKOR H.Iwan Gunawan mengucapkan:
Bangun tali persaudaraan antar sesama dan tingkatkan kualitas dalam menjalankan tugas jurnalistik Meningkatkan kualitas jurnalistik dapat dicapai melalui tiga langkah utama:
verifikasi silang (selalu konfirmasi kebenaran informasi), kepatuhan mutlak pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk mengasah profesionalisme dan pemahaman hukum pers.
Strategis terapan untuk menjadi jurnalis yang lebih berkualitas:
1. Ketajaman Liputan dan Verifikasi Investigasi Mendalam: Selalu cari data primer dan wawancarai narasumber yang kompeten, bukan hanya mengandalkan siaran pers atau informasi media sosial.
Berimbang (Cover Both Sides): Berikan ruang tanggapan yang adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan isu yang diberitakan.
Uji Informasi: Kritis terhadap data dan tidak langsung menghakimi atau menyimpulkan sebelum fakta terkumpul secara utuh.
2. Kepatuhan Etika dan Hukum Pahami Pedoman: Baca dan terapkan Kode Etik Jurnalistik yang diterbitkan oleh Dewan Pers.
Tolak Suap: Tolak amplop, suap, atau imbalan dalam bentuk apa pun yang berpotensi memengaruhi independensi karya jurnalistik.
Lindungi Identitas Rentan: Rahasiakan identitas korban kejahatan asusila dan anak di bawah umur yang berhadapan dengan hukum.
3. Peningkatan Kapasitas Diri sertifikasi Profesi: Ikuti program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) guna menjamin standar kualitas karya dan legalitas profesi di mata hukum.
Adaptasi Teknologi: Manfaatkan tools digital riset (seperti analisis data, verifikasi foto/video) untuk mencegah penyebaran berita palsu atau hoaks.*
Redaksi**







