Berita Daerah114 Views

GELOMBANG UNJUK RASA BAKAL GOYANG KANWIL DITJEN PAS RIAU: ALIANSI GERAM & BARA API DESAK KAKANWIL DICOPOT!

 

Mktipikor.id||PEKANBARU — Gelombang kekecewaan publik atas rapuhnya sistem pengawasan di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) se-Provinsi Riau kian memuncak. Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) DPP BARA API bersama Gerakan Mahasiswa Riau Menggugat (GERAM) dipastikan bakal mengepung Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Riau pada Rabu, 14 Oktober 2026.

 

Langkah berani ini dipicu oleh maraknya insiden kaburnya narapidana secara beruntun sepanjang tahun 2026. Kejadian paling gres, yakni kaburnya narapidana dari Lapas Kelas IIB Pasir Pangaraian pada 5 Oktober 2026, menjadi pemantik utama meluapnya amarah aktivis dan mahasiswa. Rangkaian pelarian sebelumnya di Rutan Siak, Rutan Pekanbaru, serta Lapas Pekanbaru dinilai bukan lagi sekadar kebetulan, melainkan cermin bobroknya tata kelola pemasyarakatan.

 

Surat pemberitahuan aksi bernomor 07/DPPLSMBARA-API/GERAM/X/2026 tertanggal 8 Oktober 2026 pun telah dilayangkan resmi kepada Kapolri melalui Baintelkam Polri. Rencananya, lebih dari 100 massa aksi akan turun ke jalan mengepung Kantor Wilayah Ditjen PAS Riau sejak pukul 14.00 WIB dengan mengerahkan mobil komando, pengeras suara, spanduk tuntutan, hingga bendera aliansi.

 

“Kondisi ini terbukti menciptakan ancaman terhadap keamanan publik (public security hazard), mencederai rasa keadilan, serta mencerminkan kegagalan kepemimpinan (leadership failure) Kepala Kantor Wilayah Ditjen PAS Riau dalam menjalankan fungsi pengawasan dan mitigasi risiko,” tegas aliansi dalam surat resminya.

 

Tak main-main, massa melayangkan tuntutan keras mendesak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI untuk turun tangan membenahi benang kusut di Riau. Mereka menuntut tindakan tegas berupa pencopotan jabatan hingga sanksi pemberhentian terhadap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) yang terbukti lalai dan bertanggung jawab atas rentetan bobolnya tembok penjara tersebut.

 

Aksi besar-besaran yang dikoordinasi oleh Afifuddin (Koordinator Lapangan) dan Satria Andhika (Koordinator Aksi) ini ditegaskan sebagai gerakan moral demi menegakkan keadilan dan mengembalikan rasa aman masyarakat Riau yang terancam akibat berkeliarannya para buronan. Publik kini menanti, akankah jajaran pimpinan Ditjen PAS Riau berani menemui massa atau justru memilih bergeming?Pungkasnya”(Dwiki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *