π€FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU (FTBI) TINGKAT KECAMATAN BANTARKALONG TAHUN 2026, LESTARIKAN KEARIFAN LOKAL MELLUI BAHASA DAERAH
TASIKMALAYA, 8 September 2026 || MK-TIPIKOR.ID β Semangat melestarikan bahasa daerah sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa tampak begitu kental dalam penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Bantarkalong Tahun 2026. Kegiatan yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat ini berlangsung meriah dan diikuti para pelajar serta pendidik dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Bantarkalong.
πPentas Karya Budaya Berbahasa Daerah
Festival ini menjadi wadah kreativitas generasi muda dalam mengembangkan dan menggunakan bahasa daerah dalam berbagai bentuk karya sastra dan seni budaya. Ada enam cabang lomba yang dipertandingkan, yaitu:
1. Ngadongeng
2. Biantara
3. Macap Sajak
4. Nembang Populih
5. Maca jeung nulis aksara Sunda
6. Ngawihbangun Sora
Setiap peserta tampil penuh percaya diri, menampilkan kemampuan berbahasa Sunda yang baik dan benar menghidupkan kembali kearifan lokal yang mulai tergerus zaman.
π€Sinergi Lembaga Pendidikan & Pemerintah Daerah
Penyelenggaraan FTBI ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, antara lain PGRI, Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, serta Pemerintah Kecamatan Bantarkalong. Kehadiran para guru, kepala sekolah, komite sekolah, serta orang tua siswa turut memeriahkan suasana, menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian bahasa ibu sebagai fondasi jati diri bangsa.
“Bahasa daerah adalah jendela budaya dan warisan leluhur yang wajib kita jaga. Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu, kita tanamkan cinta terhadap bahasa ibu sejak dini, agar generasi penerus tetap bangsa dan tidak kehilangan identitasnya.” β ungkapkan salah satu panitia penyelenggara.
π―Tujuan & Harapan
Selain sebagai ajang kompetisi, festival ini bertujuan untuk:
– Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi dan berkarya menggunakan bahasa daerah.
– Menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap bahasa serta budaya sendiri.
– Menjaga keberagaman bahasa daerah sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia.
Diharapkan, para pemenang di tingkat kecamatan ini dapat melaju ke tingkat kabupaten hingga provinsi, sekaligus menjadi duta bahasa ibu yang terus menyebarkan semangat pelestarian budaya Sunda.
Panitia Pelaksana. Saat di wawancarai memaparkan. Siti rohaniah. S.Pd. Diadakan FTBI berpotensi lebih untuk menggali potensi anak-anak yang berbakat dibidang tersebut. Harapannya bisa menampilkan potensinya dan menjadi prioritas.
Ketua panitia pelaksana FTBI,SITI ROHANIAH SP.d mengatakan saat di wancarai media MK-TIPIKOR mengatakan. Dengan adanya kegikatan ini , agar supaya potensi anak anak lebih meningkat dan baik dalam menjalankan aktivitas potensinya,Β baik dalam sekil dan talenta nya.
Dengan harapan menjadi prioritas utama khusus di tingkat kabupaten atau propinsi Jawa Tengah khususnya di pendidikan kecamatan Bantarkalong kabupaten Tasikmalaya
Jurnalis: Iwan Gunawan/Alesx.S
Redaksi MK-TIPIKOR





