Kado Terakhir untuk Nenek: Paket Jam Tangan Tiba di Tengah Duka Kepergian Vael, Siswa SMP asal Lage.
//Belum Sempat Ucapkan Selamat Ulang Tahun, Kado Jam Tangan dari Vael Tiba Saat Jasadnya.
Mktipikor.id||LAGE, SULTENG – Suasana duka di rumah alm. Vael, seorang siswa SMP asal Desa Pandiri, Kecamatan Lage, berubah semakin haru dan memilukan. Di tengah kesibukan keluarga mempersiapkan prosesi pemakaman usai kecelakaan lalu lintas tragis yang merenggut nyawanya di Tagolu, sebuah paket berukuran kecil mendadak tiba di rumah duka pada siang hari.
Paket tersebut berisi sebuah jam tangan—kado istimewa yang ternyata telah dipesan oleh almarhum Vael jauh-jauh hari sebelum musibah terjadi. Jam tangan itu diniatkan Vael sebagai hadiah ulang tahun untuk sang nenek tercinta, sosok yang selama ini tinggal bersama dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.
Kejadian ini menyisakan kesedihan mendalam bagi warga setempat. Kepala Desa Pandiri, Jhon Mowose, bahkan tak mampu membendung air matanya saat menceritakan kembali sosok Vael yang dikenal sangat berbakti.
“Duka yang dialami keluarga korban adalah bagian dari duka kami seluruh warga desa. Kita kehilangan sosok generasi muda yang memiliki pengabdian luar biasa kepada neneknya—orang tua kita semua,” ujar Jhon Mowose dengan suara bergetar.
Kepergian Vael yang begitu cepat meninggalkan pesan menyentuh tentang arti kasih sayang dan arti sebuah keluarga. Melalui unggahan menyentuh di akun media sosial pribadinya, Jhon Mowose turut membagikan refleksi mendalam atas tragedi yang menimpa warganya tersebut.
Sebuah pelajaran penting untuk kita semua, bahwa apapun dan bagaimanapun fasilitas materi yang kita siapkan bagi anak-anak, tidak akan pernah sebanding dengan dekapan sayang dan hangatnya cinta kasih kedua orang tua di sisi mereka—dan terutama, keutuhan sebuah rumah tangga,” tulis Jhon dalam unggahannya.
Jam tangan yang kini berada di genggaman sang nenek akan menjadi kenangan abadi akan ketulusan hati seorang cucu. Meski langkah Vael telah terhenti di usia yang masih sangat muda, warisan cinta, bakti, dan kehangatan kasih sayangnya akan terus mendekap erat hati sang nenek dan dikenang oleh seluruh warga Desa Pandiri.Pungkasnya”(Arwis)






