MKtipikor.id || Padang _ Mahasiswa KKN Universitas Tamansiswa Padang Terapkan Light Trap sebagai Upaya Pengendalian Hama pada Pertanaman Padi Sawah di Korong Sungai Sariak
Korong Sungai Sariak, Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tamansiswa Padang melaksanakan kegiatan penerapan teknologi sederhana light trap (perangkap cahaya) pada areal budidaya padi sawah di Korong Sungai Sariak, Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN kepada masyarakat melalui penerapan teknologi pertanian yang sederhana, mudah dibuat, relatif murah, serta dapat membantu petani dalam melakukan pengamatan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), khususnya hama yang tertarik terhadap cahaya.
Penerapan light trap dilakukan dengan memanfaatkan sumber cahaya pada malam hari untuk menarik serangga hama yang aktif dan tertarik terhadap cahaya. Serangga yang mendekati sumber cahaya kemudian diarahkan menuju wadah perangkap sehingga dapat dikumpulkan dan diamati oleh petani.
Membantu Petani Melakukan Pengamatan Hama
Salah satu manfaat utama light trap bukan hanya menangkap serangga, tetapi juga membantu petani memantau keberadaan dan perkembangan populasi hama di sekitar pertanaman padi.
Dengan melakukan pengamatan secara rutin, petani dapat mengetahui jenis dan jumlah serangga yang tertangkap sehingga tindakan pengendalian dapat dilakukan secara lebih tepat. Hal ini sejalan dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang mengutamakan pengamatan sebelum menentukan tindakan pengendalian.
Penggunaan light trap juga diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pestisida kimia secara berlebihan. Pestisida tetap dapat digunakan apabila diperlukan dan sesuai dengan kondisi di lapangan, namun penggunaannya sebaiknya berdasarkan hasil pengamatan serta memperhatikan jenis hama dan tingkat serangannya.
Manfaat bagi Budidaya Padi Sawah
Penerapan light trap memberikan beberapa manfaat dalam pengelolaan pertanaman padi, antara lain:
1. Membantu mendeteksi keberadaan hama pada areal pertanaman sejak lebih awal.
2. Memantau perkembangan populasi serangga yang tertarik terhadap cahaya.
3. Mendukung pengambilan keputusan pengendalian hama berdasarkan hasil pengamatan lapangan.
4. Mengurangi penggunaan pestisida yang tidak diperlukan, apabila pengamatan menunjukkan populasi hama masih rendah.
5. Mendukung penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang lebih ramah lingkungan.
6. Meningkatkan pengetahuan petani mengenai pentingnya monitoring OPT dalam budidaya padi.
Mendukung Pertanian yang Lebih Ramah Lingkungan
Selain memberikan manfaat bagi pertanaman padi dan petani, kegiatan ini juga memiliki aspek lingkungan yang penting. Penggunaan perangkap cahaya sebagai salah satu metode monitoring dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan pestisida kimia secara tidak tepat.
Penggunaan pestisida yang berlebihan berpotensi memberikan dampak terhadap organisme bukan sasaran, termasuk serangga yang bermanfaat bagi ekosistem pertanian. Oleh karena itu, penggunaan teknologi sederhana seperti light trap diharapkan dapat mendorong petani untuk lebih mengutamakan pengamatan, pencegahan, dan pengendalian berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Namun demikian, light trap bukan berarti dapat menggantikan seluruh metode pengendalian hama. Perangkap ini lebih tepat dimanfaatkan sebagai alat monitoring sekaligus salah satu komponen pengendalian, yang penerapannya perlu dikombinasikan dengan berbagai teknik PHT lainnya.
Bentuk Nyata Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Tamansiswa Padang tidak hanya memperkenalkan teknologi pertanian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya membangun kesadaran bahwa pengendalian hama dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih bijaksana, ekonomis, dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan penerapan light trap di Korong Sungai Sariak diharapkan dapat menjadi contoh sederhana bahwa teknologi pertanian tidak selalu harus mahal dan rumit. Dengan kreativitas, pemanfaatan sumber daya yang tersedia, serta pengetahuan yang tepat, petani dapat melakukan pengamatan OPT secara lebih mudah.
Ke depan, mahasiswa KKN berharap teknologi sederhana ini dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh petani di Korong Sungai Sariak sebagai bagian dari kegiatan monitoring hama pada tanaman padi.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen mahasiswa KKN Universitas Tamansiswa Padang dalam mendukung pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna.
Lokasi: Korong Sungai Sariak, Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman
Kegiatan: Penerapan Light Trap pada Pertanaman Padi Sawah
Pelaksana: Mahasiswa KKN Universitas Tamansiswa Padang Tahun 2026, wawancara jurnalis Nasional MK-TIPIKOR Dwiki julkarnain dengan JAWNIAYONRIANTI*
Dwiki julkarnain






