Perubahan Skema Pengadaan Bulog: Fokus Pembelian Gabah Langsung dari Petani.

Berikut merupakan empat poin utama transformasi skema pengadaan Bulog di daerah

Berita Daerah152 Views

Perubahan Skema Pengadaan Bulog: Fokus Pembelian Gabah Langsung dari Petani.

Mktipikor.id | Palu — Perum Bulog mulai mengimplementasikan skema pengadaan pangan baru yang berfokus pada pembelian gabah secara langsung dari petani, menggantikan pola lama yang cenderung menitikberatkan pada penyerapan beras siap pakai.

 

“Perubahan strategi pengadaan ini menjadi kunci keberhasilan Bulog dalam mengamankan pasokan pangan nasional. Langkah ini dinilai lebih menguntungkan petani karena memangkas rantai pengolahan serta menghilangkan beban biaya penggilingan yang sebelumnya ditanggung secara mandiri oleh petani,” ujar Yusri Pakke pada Senin (31/8/2026).

 

Dalam skema operasional baru ini, Bulog memosisikan gabah sebagai komoditas utama penyerapan. Bulog kemudian menjalin kemitraan strategis dengan pemilik penggilingan lokal untuk mengolah gabah tersebut hingga memenuhi kriteria dan standar kualitas beras Bulog sebelum disalurkan ke gudang penyimpanan.

 

Berikut merupakan empat poin utama transformasi skema pengadaan Bulog di daerah:

 

●Pembelian Berbasis Gabah: Gabah diserap langsung di tingkat petani dengan patokan harga rata-rata Rp6.500 per kilogram.Setelah dikonversi, skema harga ini berada di atas kalkulasi harga beras konvensional pasar yang saat ini berkisar antara Rp12.500 hingga Rp13.000 per kilogram.

 

●Kemitraan Penggilingan Lokal: Bulog menggandeng mitra penggilingan di daerah untuk mengolah gabah yang telah dibeli menjadi beras berkualitas sesuai standar baku sebelum masuk ke gudang pasokan.

 

●Capaian Target Penyerapan: Target penyerapan gabah di wilayah pengadaan ini berhasil diselesaikan pada akhir Agustus dengan total volume mencapai 11.300 ton.

 

●Tantangan Sosialisasi Regional: Penerapan pola pembelian gabah di Sulawesi Tengah masih memerlukan edukasi berkesinambungan.

 

Wilayah seperti Kabupaten Morowali dan Parigi Moutong menyambut positif skema ini, sedangkan wilayah lain seperti Kabupaten Poso masih dalam tahap penyesuaian teknis serta peralihan kebiasaan petani yang terbiasa menjual produk dalam bentuk beras.

 

Secara keseluruhan, Bulog memastikan kondisi ketahanan dan ketersediaan pasokan pangan daerah berada dalam posisi aman melalui penguatan pasokan internal serta keterpaduan distribusi antarwilayah.Pungkasnya”(Arwis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *