Rangkul Insan Pers, Polres Poso Tegaskan Peran Media dalam Menjaga Kondusivitas Wilayah.
//Lawan Provokasi Digital, Polres Poso dan Insan Pers Sepakat Jaga Kedamaian Daerah.
Mktipikor.id||POSO, SULAWESI — Dalam upaya memperkuat transparansi informasi dan menjaga stabilitas keamanan daerah, Kepolisian Resor (Polres) Poso menggelar agenda Kumpul Bersama Masyarakat khusus insan pers pada Rabu (21/10/2026). Bertempat di Mapolres Poso, jajaran kepolisian duduk bersama para awak media untuk menegaskan pentingnya penyajian berita yang berimbang, terverifikasi, dan bertanggung jawab demi kondusivitas wilayah.
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Poso, AKBP Alowisius Londar, S.I.K., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Poso tersebut berlangsung cair, hangat, dan penuh kekeluargaan.
Dalam suasana diskusi terbuka, AKBP Alowisius Londar menggarisbawahi peran strategis media sebagai garda terdepan penyeimbang arus informasi publik. Di tengah derasnya gempuran kabar burung dan hoaks di media sosial, kolaborasi antara Polri dan pers dinilai sebagai kunci utama menjaga ketenangan masyarakat.
“Sinergi antara polisi dan wartawan bukan sekadar hubungan kemitraan formal, melainkan pondasi untuk menciptakan rasa aman. Media memiliki kekuatan besar dalam mengedukasi dan mendinginkan suasana,” tegas Kapolres Poso.
Sinergi Nyata Lawan Provokasi Digital.
Menanggapi positif jalannya kegiatan, Kasi Humas Polres Poso, AKP Rianto Hilian, menekankan bahwa pers merupakan mitra strategis Polri yang tak terpisahkan dalam mengawal demokrasi serta memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
“Di era serba digital ini, tantangan terbesar kita adalah maraknya berita provokatif dan hoaks yang berpotensi memecah belah. Melalui forum ini, kami mengajak rekan-rekan jurnalis untuk terus memegang teguh kaidah jurnalistik—menyajikannya secara berimbang, faktual, dan mendidik. Dengan demikian, masyarakat mendapat kepastian informasi dan tidak mudah terprovokasi,” terang AKP Rianto Hilian.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi yang dibangun Polres Poso bertujuan untuk meruntuhkan sekat antara penegak hukum dan insan pers.
“Diskusi hari ini sangat konstruktif. Kami mengevaluasi dinamika pemberitaan sekaligus mendengarkan masukan dari jurnalis terkait harapan masyarakat terhadap kinerja kepolisian. Kami berkomitmen agar ruang komunikasi ini terus terbuka lebar,” lanjutnya.
Komitmen Bersama untuk Poso yang Aman dan Damai
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama antara Polres Poso dan jurnalis lokal untuk terus mengawal informasi yang beredar di tengah publik—baik di media sosial maupun media konvensional—agar senantiasa menjadi alat pemersatu bangsa dan penyejuk di Kabupaten Poso.Pungkasnya”(Arwis)












