REKONSTRUKSI JALAN BATULAWANG–SUKARAME TASIKMALAYA SARAT POLEMIK: DUGA KETERLIBATAN APARAT DESA, SUARA WARGA TERBUNGKAM

Terjadi gesekan tajam, ketidaksamaan pandang yang memanas

REKONSTRUKSI JALAN BATULAWANG–SUKARAME TASIKMALAYA SARAT POLEMIK: DUGA KETERLIBATAN APARAT DESA, SUARA WARGA TERBUNGKAM

 

TASIKMALAYA — MK-TIPIKOR _ Proyek strategis rekonstruksi jalan Batulawang–Sukarame Kabupaten Tasikmalaya dengan nilai anggaran fantastis Rp4.850.500.279,00, bersumber dana pinjaman daerah, justru bukannya membawa kesejahteraan dan kelancaran akses warga, malah terjerat dalam pusaran polemik yang tak kunjung terhenti. Di balik papan proyek yang terpasang rapi dengan pelaksana CV. Rangga Buana Mandiri dan jadwal kerja 120 hari kalender ini, tersembunyi ketegangan, ketakutan, dan ketidakberanian warga berbicara terbuka.

 

Yang paling krusial mengemuka di tengah masyarakat: dugaan kuatnya keterlibatan aparatur pemerintah desa dalam proses yang menyelamatkan pelaksanaan proyek ini. Hal ini memicu suasana penuh was-was, rasa takut menekan leher warga, sehingga prinsip keterbukaan dan pengawasan dari rakyat hanya terbungkam rapat. Banyak warga yang ingin menyampaikan temuan, keraguan, atau keluhan soal kualitas, kesesuaian pekerjaan, hingga pembagian manfaat, namun urung bersuara karena khawatir mendapat tekanan atau perlakuan tidak adil dari pihak yang punya kuasa.

 

Kegelapan informasi semakin menebal karena dugaan penyimpangan lain mengerucut ke kalangan tertentu dan urusan internal yang penuh kontroversi hingga kini belum menemukan titik terang penyelesaian. Terjadi kejadian yang tajam, ketidaksamaan pandang yang panas: sebagian warga merasa haknya diabaikan, sementara hubungan antarlembaga yang seharusnya bersinergi di wilayah itu justru meradang, saling curiga dan kurang harmonis.

Proyek yang seharusnya menjadi kebanggaan bersama, memajukan ekonomi pedesaan, menghubungkan wilayah demi kemajuan bersama, kini justru menjadi sumber perpecahan kecil, meninggalkan luka ketidakpercayaan pada pengelolaan pembangunan yang bersih dan jujur.

 

Masyarakat berharap, lembaga pengawas dan instansi yang berwenang segera turun, membuka ruang aman bagi warga untuk setebal tanpa rasa takut, menyelidiki setiap dugaan keterlibatan yang mencoreng nama baik pelayanan publik, menyelesaikan kontroversi yang menggantung. Pembangunan harus murni untuk rakyat, bukan sarang permainan oknum yang merugikan. Berani korupsi, bui menanti.

 

Redaksi MK-TIPIKOR akan terus memadukan perkembangan, menghadirkan kebebasan yang menyuarakan kebenaran demi keadilan bagi seluruh masyarakat Tasikmalaya.

Redaksi : MK-TIPIKOR. Iwan Gunawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *