Spanduk “Selamat Datang di Wilayah Terabaikan” Viral di Poso, Warga Bada Tuding Tambang Emas Ilegal Rusak Jalan

Gelombang kritik pedas pun membanjiri kolom komentar dan mengincar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso yang dinilai tutup mata.

Merasa Diabaikan Demi ‘Isi Dompet Orang Besar’, Warga Lore Selatan Poso Pasang Spanduk Protes Tambang Ilegal.

Mktipikor.id||POSO — Sebuah spanduk bernada satir tajam mendadak viral di media sosial setelah diunggah warga ke grup Facebook popular, Info Ngamba Bada. Spanduk yang membentang di Desa Bewa, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah tersebut bertuliskan: “Selamat Datang di Wilayah Terabaikan dari Perlakuan Tambang Ilegal”.

 

Aksi protes simbolis ini langsung memicu perdebatan panas netizen dan warga lokal. Sorotan utama mengarah pada kerusakan parah di sepanjang bahu dan pinggiran jalan kawasan tersebut yang kian ambruk. Warga menduga kuat, kerusakan infrastruktur dipicu oleh tingginya lalu lintas kendaraan berat pembawa ekskavator untuk aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang bebas beroperasi di Desa Bewa Kecamatan Lore Selatan.

 

Gelombang kritik pedas pun membanjiri kolom komentar dan mengincar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso yang dinilai tutup mata. Akun Facebook Elgianto Toia Gintu menumpahkan kekecewaannya secara terbuka. Ia membeberkan bahwa upaya diplomatis melalui jalur adat dan surat resmi hingga tingkat bupati sama sekali tidak membuahkan hasil.

 

“Ketua adat wilayah dan desa-desa sudah diperhadapkan di Polsek dua kali soal tambang ilegal. Sampai hari ini tidak ada tindakan respon. Surat sudah dilayangkan, bahkan sudah sampai ke Bupati tapi tidak digubris. Masuk akal kalau wilayah ini diabaikan demi isi dompet orang-orang besar,” tegas Elgianto dalam komentarnya.

 

Di tengah memanasnya tuduhan pembiaran PETI demi kepentingan segelintir oknum pejabat, dinamika sudut pandang tetap mewarnai diskusi warga. Pemilik akun Facebook Yan Tungka mengimbau publik untuk tetap tenang dan bersabar menunggu giliran perbaikan dari pemerintah.

 

“Tetap akan diperbaiki kalau sudah ambruk semua, mungkin ada yang lebih diprioritaskan. Yang penting sekarang masih bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat, kita bersabar saja,” tulis Yan dalam kolom komentar.

 

Desakan agar Pemkab Poso dan aparat penegak hukum segera turun tangan makin menguat, terlebih menjelang rencana agenda kunjungan kerja Gubernur Sulawesi Tengah ke wilayah Lore Selatan dalam waktu dekat. Warga menuntut pembenahan darurat atas jalan yang rusak serta penindakan tegas terhadap aktivitas tambang emas ilegal sebelum menelan korban jiwa atau memicu kerusakan lingkungan yang lebih parah.(Arwis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *