TRUK PENGANGKUT BERAS TERBALIK DI POSO: ALAMAT BURUK JALAN RUSAK DAN DUGAAN PROYEK BELASAN MILIAR GAGAL KONSTRUKSI

Kecelakaan ini menjadi puncak kekesalan masyarakat pengguna jalan

Mkripikor.id||​POSO — Sebuah truk pengangkut beras terguling saat melintas di ruas Jalan Nasional Desa Watuawu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Kamis (6/8/2026). Kecelakaan tunggal ini memicu amarah warga dan pengguna jalan, yang menilai lemahnya pengawasan infrastruktur serta lambannya penanganan hukum atas dugaan proyek jalan “asal jadi” bernilai belasan miliar rupiah.

 

 

​Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, truk bermuatan berat tersebut diduga hilang kendali dan kewalahan saat menembus kubangan serta permukaan jalan yang rusak parah. Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, muatan beras tumpah ke badan jalan dan sempat melumpuhkan arus lalu lintas setempat.

 

Kecelakaan ini menjadi puncak kekesalan masyarakat pengguna jalan. Fungsi pengawasan dari instansi pengelola Jalan Nasional disorot tajam karena dinilai apatis dan membiarkan jalur vital perekonomian warga hancur tanpa perbaikan yang memadai.

 

​”Kami pengguna jalan tiap hari bertaruh nyawa di sini. Pengawasan jalan nasional ini terkesan cuek dan tutup mata, padahal kondisinya sudah sangat membahayakan,” ujar salah seorang warga pelintas jalan di lokasi kejadian.

 

Bayang-bayang Proyek Belasan Miliar dan Kasus Hukum yang Mengambang.

 

​Kekecewaan warga tidak berhenti pada kondisi fisik jalan. Kerusakan parah di ruas tersebut disinyalir kuat merupakan dampak dari dugaan gagal konstruksi pada proyek pembangunan jalan dan pancangan penahanan tanah beranggaran belasan miliar rupiah yang dikerjakan sebelumnya.

 

​Ironisnya, dugaan tindak pidana atau pelanggaran dalam proyek infrastruktur tersebut sebenarnya sudah masuk dalam pendaftaran perkara di Aparat Penegak Hukum (APH) Poso. Namun, hingga saat ini penanganan kasusnya dinilai masih menggantung tanpa kejelasan status hukum maupun pertanggungjawaban dari pihak kontraktor.

 

​Warga dan para pengguna jalan mendesak agar APH Poso bergerak cepat mengusut tuntas dugaan penyimpangan anggaran proyek belasan miliar tersebut, sekaligus meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera turun tangan melakukan perbaikan darurat sebelum jatuh korban jiwa lebih lanjut.Pungkasnya”(Arwis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed