Bukan Cuma Tangki Kerap Kasep, Barcode ‘Bodong’ Diduga Bikin Solar Bersubsidi Morut Jebol!
Mktipikor.id||MOROWALI UTARA — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Pertalite di Morowali Utara (Morut) kian memprihatinkan. Antrean panjang kendaraan hingga ke badan jalan raya tak hanya memicu kemacetan parah, tetapi juga menuai sorotan tajam masyarakat akibat maraknya penggunaan jeriken di SPBU Korolama.
Pengawas SPBU setempat, Moris, buka suara terkait situasi memanas tersebut. Menurutnya, biang kerok kelangkaan Solar bersubsidi adalah kuota harian yang dinilai sangat jauh dari kata cukup.
“Pasokan Solar yang masuk saat ini rata-rata hanya 8 Kiloliter (KL) per hari. Jumlah ini tidak mampu menutup kebutuhan armada transportasi darat dan sektor bagang nelayan secara bersamaan,” tegas Moris.
Titik Krusial Penyebab Antrean Parah.
○Batasan Pengisian Tak Bikin Kapok: Meski pengisian Solar sudah dibatasi maksimal Rp1 juta (~350 liter) per kendaraan, stok tetap ludes dalam hitungan jam.
○Sopir Truk Kerja Setengah Hari: Pembatasan alokasi memaksa para pengemudi angkutan hanya bisa beroperasi setengah hari dan harus kembali mengantre esok harinya.
○Bagi Hasil untuk Nelayan: Berdasarkan regulasi dan surat rekomendasi, sisa pasokan Solar wajib dialokasikan untuk bagang nelayan yang membutuhkan sekitar 4 ton agar tetap bisa melaut.
○Keterlambatan Tangki Pertalite: Ketersediaan Pertalite sebenarnya mencukupi, namun keterlambatan pengiriman mobil tangki sering membuat warga panik dan memicu antrean mengular.
Masalah Barcode Pertanian & Solusi Mendesak.
○Situasi makin keruh dengan adanya penerbitan barcode/surat rekomendasi baru untuk sektor pertanian oleh Dinas Pertanian tanpa koordinasi awal dengan pengawas lapangan. Mengingat kapasitas SPBU sudah melampaui batas, pihak pengawas menyarankan agar pemohon rekomendasi baru dialihkan ke lokasi lain, seperti SPBU Kodal, guna menghindari gesekan sosial.
1.Guna mengurai benang kusut ini, pihak SPBU mendesak Pertamina dan Pemerintah Daerah Morut untuk mengambil langkah konkret:
Suntik Kuota Solar: Menambah pasokan dari 8 KL menjadi 16 KL per hari agar kendaraan bisa pengisian penuh (full tank) tanpa perlu mengantre saban hari.
2.Disiplin Armada Logistik: Memastikan ketepatan waktu pengiriman mobil tangki Pertalite.
3.Koordinasi Lintas Dinas: Memperketat validasi penerbitan barcode BBM bersama pengawas lapangan sesuai daya tampung riil.Pungkasnya”(Arwis)






