Mahasiswa KKN UNSIKA Perkuat Pembangunan Desa di Kecamatan Maniis

Melalui kolaborasi tersebut, berbagai potensi desa dapat dikembangkan secara lebih optimal dengan memanfaatkan inovasi, teknologi digital, serta pendekatan pemberdayaan masyarakat

Nasional44 Views

Mahasiswa KKN UNSIKA Perkuat Pembangunan Desa di Kecamatan Maniis

MK-TIPIKOR.ID || Jabar _ Purwakarta/ Semangat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNISKA) di Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta. Kegiatan yang berlangsung mulai 26 Juni 2026 hingga 30 Juli 2026.

Ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Maniis, para kepala desa se-Kecamatan Maniis, jajaran dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKN yang akan mengabdi di sejumlah desa.

Mengusung tema “Integrasi Inovasi Hijau, Transformasi Digital, dan Kesehatan Masyarakat dalam Mendorong Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan”, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Sebanyak delapan dosen ditugaskan untuk mendampingi pelaksanaan KKN, terdiri atas tujuh dosen pembimbing lapangan yang masing-masing membimbing satu desa, serta satu dosen koordinator tingkat kecamatan guna memastikan seluruh program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dosen UNSIKA koordinator KKN Kecamatan Maniis, Dr. Ir. Sukanta, S.T., M.T., IPU., menjelaskan bahwa program KKN merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa program sarjana (S1) Universitas Singaperbangsa Karawang sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, penentuan lokasi KKN dilakukan melalui berbagai pertimbangan, termasuk skala prioritas serta koordinasi dengan pemerintah daerah. Mengingat keterbatasan jumlah mahasiswa, tidak seluruh kecamatan dapat menjadi lokasi KKN setiap tahunnya.

“Tahun ini Kabupaten Purwakarta mendapatkan alokasi di tujuh kecamatan dan Kecamatan Maniis menjadi salah satu lokasi yang dipilih. Antusiasme pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa sangat luar biasa dalam menyambut kehadiran mahasiswa,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan mahasiswa bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan turut menghadirkan ide-ide baru yang dapat memperkuat pembangunan desa.

“Mahasiswa diharapkan mampu memberikan inspirasi sekaligus membantu desa melalui berbagai inovasi, seperti pengembangan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, pembuatan website desa, peningkatan pelayanan administrasi, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya. Hal-hal seperti ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di tingkat desa,” jelasnya.

Dr. Sukanta juga menambahkan bahwa peserta KKN berasal dari berbagai program studi sehingga mampu menghadirkan pendekatan yang bersifat multidisipliner. Mahasiswa yang diterjunkan berasal dari beragam disiplin ilmu, di antaranya teknik, ekonomi, kesehatan, hukum, pendidikan, serta program studi lainnya.

Rata-rata setiap desa ditempati sekitar 34 mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang berbeda sehingga mampu saling melengkapi dalam menjalankan program kerja.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Maniis, H. Mamduh Efendi, S.Ag., P.P., M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Universitas Singaperbangsa Karawang yang kembali mempercayakan Kecamatan Maniis sebagai lokasi pelaksanaan KKN.

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Maniis mengucapkan terima kasih dan menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Universitas Singaperbangsa Karawang. Tahun ini merupakan pelaksanaan KKN yang kedua di Kecamatan Maniis setelah tahun sebelumnya, sehingga menjadi sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di tujuh desa yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN di Kecamatan Maniis.

“Kami berharap seluruh program yang dijalankan mahasiswa mampu memberikan edukasi, inovasi, dan solusi bagi masyarakat. Kehadiran mereka tentu menjadi energi baru bagi pembangunan desa karena mahasiswa berasal dari berbagai disiplin ilmu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menurut Mamduh Efendi, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan modal penting dalam mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, berbagai potensi desa dapat dikembangkan secara lebih optimal dengan memanfaatkan inovasi, teknologi digital, serta pendekatan pemberdayaan masyarakat.

Zun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *