Oknum Sekcam di Poso Diduga Lecehkan Kakak Beradik, Modus Bantuan PIP Berujung Teror Seksual

Seorang oknum Sekretaris Kecamatan (Sekcam) berinisial SM resmi dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan pelecehan terhadap dua siswi

Nasional783 Views

Bejat! Oknum Sekcam di Poso Diduga Lecehkan Kakak Beradik, Modus Bantuan PIP Berujung Teror Seksual.

Mktipikor.id||​POSO — Kasus dugaan pelecehan seksual yang mencoreng citra birokrasi pemerintahan daerah menggemparkan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

 

Seorang oknum Sekretaris Kecamatan (Sekcam) berinisial SM resmi dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan pelecehan terhadap dua siswi yang merupakan kakak beradik.

 

​Laporan resmi tersebut telah teregistrasi di Mapolres Poso dengan nomor STTLP/LP/B/140/VIII/2026/SPKT/Polres Poso/Polda Sulteng pada Rabu (5/8/2026). Dalam pelaporan ini, kedua korban didampingi langsung oleh paralegal Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Sulteng, Evitampa Katu.

 

Kedok bejat sang pejabat terbongkar setelah bertahun-tahun disimpan rapat oleh korban akibat rasa trauma mendalam. Berdasarkan pengakuan korban pertama, petaka ini bermula pada tahun 2024. Saat itu, korban yang masih duduk di kelas 2 SMA dijemput oleh pelaku dengan dalih menawarkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

 

​Tanpa curiga, korban menerima tawaran tersebut lantaran dirinya memang belum pernah menerima bantuan PIP sejak kelas satu.

 

Berharap urusan administrasinya beres, korban diajarkan menuruti ajakan pelaku. Namun, alih-alih dibawa ke kantor dinas pendidikan, pelaku justru membawa korban berputar-putar dengan alasan kantor tutup, sebelum akhirnya melancarkan aksi bejatnya di dalam mobil di kawasan Jalan Pulau Tarakan, dekat pos pemadam kebakaran.

 

Tak berhenti sekali, dalam perjalanan mengurus berkas tersebut, pelaku berulang kali melancarkan aksi pelecehan fisik di dalam mobil, bahkan sempat memaksa korban untuk menuruti nafsunya sambil mengancam agar korban tidak berani melapor.

 

​Modus serupa ternyata juga dialami oleh adik korban. Korban kedua yang saat itu masih duduk di bangku kelas 3 SMP pada tahun 2025 turut menjadi sasaran pelampiasan nafsu bejat oknum Sekcam tersebut.

 

​Kedua korban selama ini memilih bungkam karena tekanan psikologis dan rasa takut. Namun, kedok SM akhirnya terbongkar akibat ulahnya sendiri yang terus-menerus menghubungi kedua korban pasca-kejadian.

​Puncaknya terjadi ketika sang ayah mendengar nada bicara anaknya yang tinggi dan penuh amarah saat mengangkat telepon dari SM. Merasa curiga dengan sikap sang anak, sang ayah mendesak untuk mengetahui alasan kemarahan tersebut.

 

Tak kuasa menahan beban trauma yang dipendam bertahun-tahun, kakak beradik itu akhirnya pecah tangis dan membongkar seluruh perlakuan tak senonoh oknum Sekcam tersebut di hadapan sang ayah. Mendengar pengakuan mengejutkan itu, sang ayah tanpa pikir panjang langsung memerintahkan istri dan kedua anaknya untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.

 

​Kini, kasus tersebut resmi ditangani oleh penyidik Polres Poso. Publik Poso kini mendesak penegak hukum untuk segera memproses oknum pejabat berinisial SM tersebut secara transparan dan tanpa pandang bulu.Pungkasnya”(Arwis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *