Mktipikor.id||POSO – Aksi nekat dua pemuda yang membobol SMA Negeri 1 Poso Pesisir Utara berakhir tragis di tangan aparat kepolisian. Hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, Tim Reskrim Polsek Poso Pesisir Utara sukses meringkus dua pelaku pencurian belasan aset inventaris sekolah, termasuk 4 unit laptop Chromebook dan proyektor, pada Kamis malam (24/9/2026) tepat pukul 24.00 WITA.
Dua tersangka yang tak berkutik saat digerebek di kediamannya di Desa Tambarana tersebut diketahui berinisial WA (27), seorang petani, dan A (23) yang masih berstatus pelajar.
Kronologi Pembobolan Sadis Pintu dan Gembok Rusak.
Aksi kejahatan ini pertama kali terkuak saat Kepala SMAN 1 Poso Pesisir Utara, I Ketut Santio, S.Pd., mendapati ruang laboratorium dan ruang penyimpanan sekolahnya telah diacak-acak pada Rabu (23/9/2026). Pintu utama laboratorium tampak dicungkil secara paksa, sementara gembok ruang penyimpanan barang inventaris hancur dirusak.
Sadar aset digital sekolah digondol maling, pihak sekolah langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Desa Bakti Agung, Aiptu Kahar.
Menerima laporan tersebut, Kapolsek Poso Pesisir Utara IPTU I Kadek Agus Hermanta, S.H. bergerak cepat memimpin olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) secara intensif. Hasil penyelidikan terukur tersebut langsung mengarah pada identitas kedua pelaku.
Penggerebekan Tengah Malam: Sita Belasan Elektronik Sekolah.
Tanpa memberi ruang napas bagi para pelaku, polisi bergerak cepat menyergap rumah masing-masing tersangka di Desa Tambarana pada tengah malam. Dalam penggeledahan, polisi berhasil menyita seluruh barang bukti curian yang disembunyikan pelaku, antara lain:
●4 Unit Laptop Chromebook Dell
●3 Unit WiFi D-Link
●2 Unit WiFi Libera
●1 Unit Proyektor Infocus
Kapolsek Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Penjahat Pendidikan
Kapolsek Poso Pesisir Utara, IPTU I Kadek Agus Hermanta, S.H., menegaskan bahwa kepolisian bertindak sangat tegas terhadap aksi pencurian yang merugikan fasilitas pendidikan anak bangsa.
Respon cepat kami dalam kasus pencurian di SMA N 1 Poso Pesisir Utara ini menunjukkan komitmen Polri untuk melindungi aset publik dan kenyamanan proses belajar mengajar. Modus operandi dengan cara mencungkil pintu dan merusak gembok menunjukkan adanya perencanaan, namun kelengahan mereka dalam menyembunyikan barang curian memudahkan kami melacak keberadaan mereka,” tegas IPTU I Kadek Agus Hermanta.
Ia menuturkan, saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap potensi keterlibatan pihak lain maupun penadah.
“Pendidikan adalah investasi masa depan, dan merusak atau mencuri fasilitas sekolah adalah tindakan yang sangat merugikan generasi muda. Kami sedang mendalami apakah ada pihak lain yang terlibat sebagai penadah atau dalang di balik aksi ini,” tambahnya.
Imbauan Keamanan Sekolah.
Menutup pengungkapan kasus ini, Kapolsek menyampaikan apresiasi kepada warga serta pihak sekolah atas sinergi yang cepat, sekaligus mengimbau agar sekolah-sekolah memperketat sistem pengamanan, terutama di jam-jam rawan malam hari.
Masyarakat yang melihat pergerakan mencurigakan di sekitar fasilitas publik diimbau untuk segera melapor ke Bhabinkamtibmas atau markas kepolisian terdekat.Pungkasnya”(Arwis)







